Catatan Pemasangan
Untuk memasang awning pada mobil, penggunaan crossbar atau roofrack bersifat wajib. Tanpa salah satu komponen tersebut, braket awning tidak memiliki titik tumpu yang aman untuk dikunci pada atap mobil.
Halaman ini menjelaskan perbedaan crossbar dan roofrack, serta hal penting yang perlu diperhatikan sebelum memasang awning pada mobil Anda.
Perbedaan Crossbar dan Roofrack
Meskipun sama-sama dipasang di atap mobil, crossbar dan roofrack memiliki bentuk serta fungsi yang berbeda.
- Crossbar: sepasang batang logam yang dipasang melintang dari sisi kiri ke kanan atap mobil.
- Roofrack / Roof Basket / Platform: struktur berbentuk rak, keranjang, atau platform datar yang biasanya dipasang di atas crossbar untuk membawa barang tambahan.
Pemasangan Menggunakan Crossbar
Pemasangan langsung pada crossbar adalah metode yang paling populer karena praktis, efisien, ringan, dan tidak membutuhkan rak tambahan.
Kelebihan Menggunakan Crossbar
- Lebih hemat: cukup menggunakan sepasang crossbar tanpa perlu membeli satu set roofrack.
- Lebih aerodinamis: hambatan angin lebih kecil sehingga mobil tidak terlalu bising saat melaju.
- Bobot lebih ringan: tidak menambah beban berlebih pada atap mobil.
Catatan Penting untuk Crossbar
- Pastikan ujung crossbar masih menyisakan ruang di luar kaki penopang. Tipe flush bar tidak disarankan. Gunakan crossbar tipe through bar yang batangnya menonjol keluar.
- Jarak antara crossbar depan dan belakang idealnya minimal 70 cm - 100 cm agar awning lebih stabil dan tidak mudah goyang saat terkena angin.
Pemasangan Menggunakan Roofrack atau Platform
Jika mobil menggunakan roofrack berbentuk keranjang atau overland platform, awning dapat dipasang pada struktur luar rak tersebut.
Kelebihan Menggunakan Roofrack atau Platform
- Lebih kokoh: struktur roofrack membantu mendistribusikan beban awning dengan lebih merata.
- Multi-fungsi: roofrack tetap dapat digunakan untuk membawa ban serep, jerigen, cargo box, atau perlengkapan outdoor lainnya.
- Tampilan lebih tangguh: cocok untuk mobil bergaya overland, touring, atau off-road.
Catatan Penting untuk Roofrack
- Roofrack dapat menambah beban di bagian atas mobil, sehingga mobil menjadi lebih top-heavy.
- Perhatikan stabilitas kendaraan, terutama saat menikung tajam atau membawa beban tambahan di atap.
- Jika roofrack belum memiliki lubang pemasangan, biasanya diperlukan pengeboran pada sisi samping roofrack.
Panduan Keselamatan dan Kompatibilitas
Sebelum memilih crossbar atau roofrack untuk awning, perhatikan beberapa poin penting berikut.
Kapasitas Beban
Awning mobil umumnya memiliki berat sekitar 10 kg hingga 15 kg. Pastikan crossbar atau roofrack memiliki kapasitas beban dinamis minimal 50 kg - 75 kg untuk menahan bobot awning serta tekanan angin saat mobil bergerak.
Jenis Atap Mobil
- Mobil dengan roof rail bawaan: gunakan crossbar khusus roof rail. Pemasangan biasanya lebih mudah dan rapi.
- Mobil dengan atap polos / bare roof: gunakan crossbar tipe jepit pintu. Pastikan klem terpasang kuat karena awning memberikan beban samping saat terkena angin.
- Mobil dengan talang air / rain gutter: gunakan crossbar tipe jepit talang air.
Posisi Pintu Belakang
Untuk mobil hatchback, SUV, atau mobil dengan pintu bagasi yang terbuka ke atas, pastikan posisi belakang awning tidak menghalangi pintu bagasi saat dibuka penuh.
Butuh Bantuan Memilih Crossbar atau Roofrack?
Jika Anda masih ragu memilih crossbar atau roofrack yang cocok untuk mobil Anda, silakan hubungi customer service OTO Camper ID. Tim kami akan membantu memberikan arahan sesuai jenis mobil dan kebutuhan pemasangan awning Anda.